If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


 
Sep 18, 2006
Lampu Merah Bukan Lampu Start!

Jadi bikers di Indonesia, khususnya kota besar macam Jakarta, Surabaya, Medan memang banyak seninya. Misalnya, saat keluar dari padatnya lampu merah. Gas pol dan seenaknya ambil jalur.



Kasus senggolan antar bikers begitu lampu merah berganti hijau sering terjadi. Bisa-bisa mampir ke rumah sakit. Untuk itu, ada beberapa jurus yang bisa dilakukan untuk menghindari.

Pelajari gerak-gerik pengendara lain. Jangan macam pembalap lihat lampu start. Sampeyan nggak bakal dapat piala atau kangtaw. Sabar sedikit lihat arah motor. "Kita harus tahu jalur mana yang akan diambilnya," kata Joel Deksa Mastana, instruktur safety riding.


Memahami kemauan orang lain bukan perkara mudah. "Kalau mereka menyalip jalur, sebaiknya kita bertahan dengan memperlambat motor," lanjut instruktur berambut lurus ini lagi.

Begitu juga dengan jalur kita sendiri. Kalau padat, ambil lurus saja. Jangan zig-zag. Ingat, ugal-ugalan sangat berisiko. Menyalip atau pindah 'racing line' intip dulu posisi belakang.

Jika dirunut lagi, perilaku mengambil posisi lewat garis putih di lampu merah jelas melanggar aturan lalu lintas. Motor mesti sabar antre di posisi kiri. Sekali lagi, di posisi kiri, Bro!

Kadang memang banyak hal yang membuat kita enggak tahan untuk segera maju. Tapi sekali lagi ingat untuk selalu tertib di jalan dan mencoba mengedepankan safe. Ingat, tidak ada pemenang atau juara di jalan raya!

 

Sumber: Motor Plus Online



Posted at 06:09 pm by royaje

gyez
March 3, 2009   05:17 PM PST
 
artikel ni hebat bgt. mank bener, banyak yang sering anggap lampu merah sebagai start. malah pernah kejadian, waktu tu saya da di daerah pertigaan harjamukti, cirebon. da orang yang menggeber2 motornya. pas lampu hijau, orabg itu jumping dan menabrak motor lain yang juga da di depannya.
Kinski
February 22, 2009   02:16 AM PST
 
Ini smua biker ugal hrs baca. Wa sering alamin ini plg parah di lampu merah cililitan (yg ada PGC), yak mulai skrg wong sabar oce.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Home Next Entry