If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Sep 18, 2006
Serba-Serbi Melintas Jalan Rusak

Ayo tolong tunjukkan jalan mana yang nggak lepas dari kerusakan? Paling-paling yang enggak ancur jalan landas pacu pesawat atau jalan protokol. Dari situs Dinas Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan, sebanyak total ribuan km jalan hancur dari 15 provinsi yang ada di Indonesia. Ini sudah termasuk jalanan berlubang segede baskom. Nyawa bisa jadi taruhan.



Nah, MOTOR Plus kasih beberapa pedoman. Minimal tunggangan jadi tidak cepat bermasalah.

AWAS NGINCAR KAKI

Pastinya kaki tunggangan yang lebih dulu jadi incaran jalan keriting atau malah kribo. Semakin sering jalan rusak dilewati, makin cepat kaki-kaki dapat masalah. "Soalnya ini bagian yang langsung berbenturan dengan aspal," bilang Freddyanto Basuki, Manager Technical Service, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).
.
"Terutama bearing. Ini bagian yang menahan beban gerakan memutar," timpal Haryadi Wijaya dari Technical Support Division PT Astra Honda Motor (AHM).  

Urut satu per satu. Ban paling jelas akan lebih dulu cepat habis. Lantaran, si karet bundar lebih dulu menerima gesekan ke aspal. Usianya akan lebih cepat dipangkas sama jalan rusak.

Terus, pelek akan cepat speleng alias enggak senter. Perputarannya enggak melingkar. Risiko speleng akan lebih cepat di pelek palang dibanding jari-jari. Lantaran, daya redam atau kelenturan casting wheel (CW) enggak sebaik jari-jari.


Baru deh kemudian merembet ke bearing teromol depan-belakang. Ini seperti kata Haryadi. Bearing pasti menahan benturan dari as-roda. Terus-terusan dibenturkan laher bisa oblak. Usianya bisa lebih cepat ganti.

 

 

Suspensi juga bakal diincar masalah. Sokbreker depan paling utama. Lantaran, beban saat pertama menerima guncangan permukaan aspal langsung di sok depan. Paling berisiko per sok cepat lemah. Lantaran, diajak bekerja diluar standar.

Termasuk juga gir depan-belakang dan rantai. Mesin berputar dan menerima guncangan lebih berat. Hentakan enggak bisa dihindari. Gesekan antara mata gir dan rantai pun berat.  

 

MODIF NGGAK MASALAH

 

Sering lalui jalan rusak atau jalur berpunduk, memang punya risiko memperpendek umur beberapa komponen. Terutama di sektor kaki-kaki, yang memungkinkan berlanjut ke bagian lain. Dan kalau sudah begini, mesti siapkan dana tambahan. Pasti nggak mau kan?

 

 

Nah, agar kaki-kaki dan komponen lain bisa bertahan lama, nih ada solusinya. "Misal menyetel ulang sokbreker lebih lembut, seting tekanan angin ban, pakai laher roda berkwalitas bagus atau sering menyetel jari-jari," jelas Ign. Ketut Hargunanto mekanik P2M Hardex, Bali.

Namun sobat tidak perlu khawatir. Menurut Edwin Putut mekanik JD Motor di Pamulang Raya, Tangerang-Banten, dengan komponen yang disetingan standar pabrik sejatinya masih mumpuni. "Kan pabrikan sudah memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi di iklim Indonesia. Tapi tetap ada batasnya. Kalau dalam lubang atau tinggi gundukan keterlaluan, baiknya sih disetel," lanjutnya.

Contoh, biar tendangan balik (rebound) sok tidak keras saat melewati lubang, baiknya ganti oli sok yang lebih halus. Misal pakai oli buat kompetisi atau pakai oli kopling otomatis buat mobil. Hal ini dimaksudkan agar sirkulasi oli di pipa kecil di dalam tabung bergerak lebih cepat. Tapi konsekwensinya, sok setelan lembut kurang sip saat manuver di kecepatan tinggi.

Kalau setingan sok sudah pas, "Selanjutnya setel tekanan angin sekitar 28~30 psi agar tidak terlalu keras juga tidak begitu kempis. Sebab tekanan ban yang tidak pas akan mempengaruhi kerja sok, jari-jari, pelek dan laher roda," wanti Ketut. Makannya jangan lupa selalu cek rangkaian komponen satu ini.

 

MESIN, PERBANDINGAN GIR DAN HANDLING

 

Kalau memang tiap hari berhubungan sama jalan kribo, mesin motor wajib disesuaikan. Kalau merawat mesin supaya tetap fit memang sudah keharusan. Itu karena pemakaian motor di jalan jelek bikin kerja mesin nggak stabil.  Mesin  kadang harus pelan lantas berakselerasi lagi. Otomatis Rpm melonjak-lonjak. Apalagi kecepatan rendah bikin pendinginan angin kurang.

 

 

Mesin jadi cepat panas, bisa overheat, blok melenting dan klep bengkok. Untuk itu, rider harus berkorban membeli oli yang berkualitas agar kebugaran mesin tetap terjaga.

Soal jalan rusak juga berkaitan dengan setingan karburator. Mesin langsam sangat membantu menundukan jalan kribo. Penyemplak tak perlu takut mesin mati dengan cara memainkan gas. Motor tak perlu harus menyalak  hingga tenang menaklukan jalan.

Coba kalau karbu nggak fit…, selain jalan endut-endutan, juga harus terus memainkan gas di rpm tinggi. Tindakan ini jelas bikin mesin cepat rusak.

Jika semua sudah oakley tinggal soal handling motor. Walau jalan kribo, kehalusan dan insting tetap dipakai. Selain  pintar cari jalan yang 'lumayan', pengendara juga jangan banyak mainkan kopling. Kadang secara tidak sadar, kopling dipencet setengah (untuk motor kopling manual) apalagi tuas rem depan-belakang  selalu  kepencet. Ini jelas memperberat kerja mesin, membuat kampas rem dan kopling cepat habis. Kuncinya tetap tenang, nrimo dan nggak memaksakan diri.

 

 

Terakhir soal pilihan perbandingan gir. Di jalanan kita menganut tiga pilihan. Tetap membiarkan paduan gir standar pabrikan, lebih enteng tapi top-speed kurang dan terakhir berat dan mengejar kecepatan maksimal. Untuk jalan kribo, pilihan kedua paling tepat. Pengendara memerlukan akselerasi enteng tanpa harus mengejar top-speed?

Rumus ngentengin kan gampang. Pokoknya hasil bagi antara jumlah mata gir belakang-depan lebih kecil dari aslinya. Syaratnya, hasil bagi tadi jangan lebih-kurang dari 0,1 dan naik-turun tidak lebih dari 1 mata.

Ambil contoh Astrea-Supra (standar depan 15/Belakang 40). Kalau dibagi 40/15 2.667.  Agar hasilnya lebih kecil (akselerasi enteng) perlu lihat tabel dengan hasil bagi lebih kecil namun tetap di kisaran 0,1.

 

Gir Depan

Gir Belakang

13

14

15

16

17

38

2,923 

2,714 

2,533 

2,375

2,235

39

3,000

2,786

2,600 

2,438

2,294

40

3,077

2,857

2,667

2,500

2,353

41

3,154 

2,929

2,733 

2,563

2,412

42

3,231 

3,000 

2,800

2,625 

2,471

Sumber: Motor Plus Online



Posted at 06:09 pm by royaje

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Home Next Entry