If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Sep 18, 2006
Etika di Jalan Sempit

Gang alias jalan tikus memang jadi santapan bikers. Bisa potong kompas, menghidari macet dan cepat sampai tujuan. Tapi riding ke areal itu bukan tanpa risiko, lho.



Medannya nggak bisa diprediksi. Masalahnya bersinggungan langsung dengan keseharian masyarakat yang mudah tersulut. Seperti kasus yang menimpa Sunarto. Pengendara Yamaha RX-King ini dibacok hingga tewas di Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (1/4) malam. Penyebabnya, suara knalpot motornya dianggap mengganggu pendengaran.

Berikut etika berkendara di jalan sempit!

'MUSUH' UTAMA: ANAK-ANAK DAN PEMUDA

Ingat lagu berjudul Gang Kelinci? Itulah gambaran ramainya anak-anak di pemukiman padat. Mereka belum bisa antisipasi bahaya, dan manuvernya tak bisa diprediksikan. Untuk itu, bikers mesti ekstra waspada.

"Disarankan matikan mesin atau lebih baik turun dari motor. Itu menghindari risiko menabrak dan membuat warga marah besar," jelas Anggono Iriawan, Chief Instruktur Safety Riding, PT Astra Honda Motor.

Tak cuma anak-anak, banyaknya tongkrongan anak muda juga memicu masalah jika tersenggol! Di salah satu kampung di Bandung, tertulis papan gede di gang: "Hati-Hati, Banyak Anak Muda." Hiii serem!

 

SENYUM DONG

 

Ini penting banget! Di gang sempit, helm full-face disarankan dibuka. Kontak mata dan ekspresi wajah pengendara sangat menentukan. Tetap senyum dan berkomunikasi jadi andalan. Mereka akan nyaman jika rider bilang permisi sambil senyum. Kalau pakai helm dan lewat begitu saja, warga bisa mangkel dan potensi menyulut masalah.

 

TERGANTUNG DAERAH

 

Di Bandung, Jakarta dan beberapa daerah lain di Jawa Barat-Banten, kebanyakan masyarakat lebih fleksibel soal etika pengendara motor masuk gang. Masyarakat nggak peduli apa kita turun atau matikan mesin. Beda daerah, di Surabaya, Jawa Timur dan beberapa wilayah di Jogja, mesin motor mesti mati. Itu jelas ada papan pengumuman pas di gang masuk.

 

PERHATIKAN KONDISI MOTOR

 

Introspeksi diri dan motor sangat penting. Motor gede dan yang ogah langsam hindari masuk gang sempit. Memaksa masuk, kemungkinan menyenggol bakal besar. Motor nggak  langsam membuat pengendara terus memainkan gas. Suara mesin berisik. Jelas menganggu kenyamanan PS alias pemuda setempat.

 

Sumber: Motor Plus Online



Posted at 06:09 pm by royaje

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Home Next Entry