Kecelakaan Penyebab Kemiskinan
Kecelakaan fatal punya multidampak. Bisa berdampak psikologis, sosial, ekonomis dan lainnya. Misal, cacat seumur hidup membuat korban patah semangat. Atau keluarga yang ditinggalkan merasa sangat kehilangan jika kecelakaan fatal berakibat meninggal.

Dalam kajian yang dilakukan Universitas Gajah Mada Yogyakarta, kecelakaan fatal (meninggal dunia) menyebabkan sebagian besar keluarga korban mengalami pemiskinan.
Data dari Departemen Perhubungan menyebutkan setiap hari di Indonesia terjadi rata-rata 87 orang meninggal akibat kecelakaan fatal. Hitungan setahun sekitar 31.000 orang.
"Sekitar 62,5 persen mengalami kemiskinan. Sisanya tidak. Artinya, jauh lebih banyak yang menurun secara ekonomi," jelas Achmad Yani, dari Direktorat Keselamatan Transportasi Darat, Dirjen Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan.
Bambang Asmarabudi, yang didaulat sebagai Chairman Road Safety Task Force FAMI, 2003-2005 memberikan ilustrasi. "Kebanyakan pengendara itu sebagai kepala keluarga (KK). Motor selain alat transportasi juga produksi. Hitung tiap KK menanggung 3 orang. Satu istri dengan dua anak. Bisa dibayangkan kehilangan KK berarti bakal menghilangkan sumber penghasilan keluarga itu," jelas pria yang juga sebagai GM Promotion dan Motorsport di PT Yamaha Motor Kencana Indonesia.
Dari data yang dibrikan Dephub pula terlihat kecenderungan kenaikan peringkat kecelakaan sebagai penyebab kematian. Pada 1990 kecelakaan menduduki peringkat ke-9. "Kalau tidak usaha soal aman berkendara diperkirakan 2020 kecelakaan kendaraan menjadi peringkat ke-3 penyebab kecelakaan setelah penyakit jantung dan tekanan pada pembuluh utama," tambah Achmad Yani.
Sekedar perbandingan, di antara negara ASEAN sendiri, Indonesia menduduki peringkat pertama soal korban meninggal. Di 2003 diperkirakan sebanyak 30.220 orang meninggal di Indonesia akibat kecelakaan. Seluruh ASEAN diperkirakan 70.331 orang.
"Dan dari data itu pula sebagian besar korban di range usia produktif. Jadi, harus ada upaya yang sungguh-sungguh dari semua pihak untuk menekan tingkat kecelakaan di Indonesia," jelas Achmad Yani yang berkantor di Jl. Medan Merdeka Barat, No. 8, Jakarta Pusat ini.
VISI 2010: TURUNKAN TINGKAT KECELAKAAN
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sangat serius menanggapi fenomena makin maraknya kecelakaan yang melibatkan sepeda motor.

"Bersamaan dengan Jakarta Mototcycle Show di JCC, pada 14 November nanti kami akan mengadakan seminar soal road safety. Pembicaranya berasal dari pakar keselamatan berkendara di Asia," jelas Bambang Asmarabudi.
Selain itu, untuk jangka depan AISI memiliki visi 2010 yang bertujuan menekan tingkat kecelakaan. "Program ini kami lakukan gradual. Targetnya mengurangi kecelakaan 5 persen setiap tahun. Caranya dengan program aman berkendara," tambah pria tinggi besar ini.
Wah, berarti sama dong sama kampanye MOTOR Plus di 2006. Ya, Safety First atau logo yang ada di rubrik Aman Berkendara ini adalah simbol bahwa memang saatnya berkendara aman. Piiiss...!
Sumber: Motor Plus Online