If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Feb 6, 2008
Potensi Kecelakaan Ancaman Dekat Rumah

Awal November 2007 lalu,  2 orang tewas menggunakan Yamaha RX-King bernopol B 5427 GN akibat ditabrak Suzuki Katana. Kejadiannya di Jl. Boulevard, depan Perumahan Harapan Indah, Bekasi Utara, Selasa. Di tahun yang sama bulan Oktober kecelakaan terjadi di depan Perumahan Nongsa Asri, Batam Nongsa, Batam.



Peristiwa di atas punya kemiripan. Kecelakaan terjadi di depan perumahan tempat korban tinggal. Pengendara di kawasan perumahan memang berisiko besar mengalami kecelakaan. "Meski jarak dekat, 90 persen lebih warga perumahaan yang naik motor enggak memenuhi syarat keselamatan," ujar Anggono Iriawan, Safety Riding Instructur dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Hasil pengamatan MOTOR Plus di dua perumahan yang ada di Tangerang juga sama dengan apa yang dikatakan Anggono. Dari 10 bikers hanya 2 atau 3 menggunakan peranti keselamatan. Sekitar 80 persennya minimal enggak pakai helm. Malah, ada bahkan banyak bocah yang cuma pakai celana pendek SMP dan sandal asyik keliling perumahan tanpa helm dan jaket. Nggak Aman Berkendara banget!

"Paling bahaya lagi perumahan yang lokasi pintu keluar-masuk sudah langsung bertemu jalan raya utama. Artinya, lebih banyak lagi kendaraan dengan kecepatan tinggi melintas," ungkap Anggono yang berkantor di kawasan Tipar Cakung, Jakarta Utara.

Jadi, memang tak bisa diprediksi kecelakaan kapan dan di mana akan terjadi. Hitungan detik jika enggak bisa menghindar pasti badan celaka. Jalan kaki aja bisa ciloko. Minimal kecelakaan tunggal yang disebabkan kondisi lingkungan. Seperti kaki nendang batu, terpeselet, atau kecemplung got atau parit. Padahal, jalan kaki itu hitungannya cuma 3-4 km/jam.

Bayangkan kalau naik motor! Kecepatan rendah keliling kompleks perumahan paling 10-30 km/jam. Tanpa helm, jaket, dan pakai celana pendek. Tiba-tiba ngerem mendadak karena ada kucing lewat. Atau pas mau nikung ada aspal berpasir atau tanah becek tidak terlihat. Pastinya risiko ngepot dan situasi tidak terkendali bisa terjadi.

Itu baru penyebab kondisi lingkungan. Ada lagi penyebab dari kendaraan lain yang jelas jauh lebih berbahaya. Seperti tabrakan antar dua kendaraan. Motor dengan motor atau roda dua sama roda empat atau bahkan lebih. "Risiko paling bahaya kepala terbentur. Kematian di depan mata," tutup istruktur AHM yang punya nick name AIR itu.

Karenanya, jangan anggap enteng berkendara walau cuma jarak dekat. Minimal tetap gunakan peranti safety agar kejadian fatal bisa dihindari!

Sumber : Motor Plus Online



Posted at 10:08 am by royaje

rani
May 25, 2009   01:01 PM PDT
 
biarpun cuma diperumahan tetap aja banyak yang suka ngebut-ngebutan,,
contohnya nie diperumahan deket rumah gue, hampir tiap malam ada ngebut-ngebutan keliling komplek,
apalagi kalau malam minggu....
wuuiiihh........ ributnya minta ampun....
Kinski
February 22, 2009   02:07 AM PST
 
Hmm setuju ama bro Ze,

Anak kecil mah celeng2, bingung gua ama ortunya bego bgt.

uda ketabrak tetep aja kita aja yg kena batu. jd stay alert uda ga ada jln lain.

kalo dr sisi motor, ini yg hrs dicamkan:

- ban jgn botak
- rem kudu jago

asal dua itu bgs, aman
Ze
October 28, 2008   06:39 PM PDT
 
Di perumahan juga harus extra hati-hati. Apalagi daerah yang banyak anak-anaknya. Karena kadang kita udah hati-hati, tapi si anak yang sembarangan. Ya namanya anak-anak.

Gw pernah bawa motor, jalan 20 km/jam. Dah hati-hati bangetlah. Nah, sampai tiba di suatu jalan yang ada mobil parkir. Gw lewat masih pelan-pelan, tapi tiba-tiba, dari belakang mobil, ada anak lari nyebrang kenceng banget.

Jegerrr..... Keserempet motor gw. Untungnya gak apa-apa, karena gw juga bawanya pelan. Tapi bayangin aja kalo di perumahan bawah motor gila-gilaan (kebanyakan anak sekolahan, apalagi kalo malem minggu).
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry