Berteman Dengan Kecepatan
Api kecil jadi teman, api besar jadi lawan. Beda dengan kecepatan, cepat atau pelan bisa jadi lawan. Bahaya maksudnya. Sebab, naik motor merupakan aktivitas yang berisiko besar. Tidak peduli sedang dalam kecepatan rendah maupun tinggi.

"Untuk itu, pengendara mesti mengetahui kondisi ideal yang berkaitan dengan kendaraan, lingkungan, diri sendiri ketika berkendara. Artinya, berkendara dalam kecepatan tinggi tidak masalah manakala ketiga kondisi di atas disadari," jelas Komisaris Polisi Joko Marseto, Kasi Praja Ditlantas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut Kompol Joko, kalau di daerah padat lingkungan seperti pasar atau perumahan tidak tepat berkendara dalam kecepatan tinggi.
Anggono Iriawan, berpendapat sama. "Kecepatan terkait dengan jarak pengereman," papar Chief Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor. Logikanya, makin tinggi kecepatan jarak pengereman makin jauh. Artinya, saat ngebut butuh lingkungan dan kondisi jalan yang panjang untuk pengeraman juga kecepatan reaksi pengendara. Selain tentunya sistem rem yang baik.
Secara matematis, Anggono memberikan ilustrasi. Misalnya, untuk kecepatan 40 km/jam. Dengan reaksi 1 detik jarak pengeraman 11,11 meter. Didapat dari 40.000 meter dibagi 3.600 detik. Jarak pengereman 11,11 meter itu masih belum ideal, sebab mesti mempertimbangkan kondisi jalan. Apakah sedang hujan atau tidak, jalan mulus atau bergelombang.
"Makin mulus atau saat hujan, koefisien jalan makin kecil sehingga titik pengereman aman makin jauh," papar pria yang murah tersenyum akhir-akhir ini.
Ada rumusan yang dikembangkan di ilmu safety riding soal koefisien jarak pengereman. "Kecepatan dikali dua, hasil ini dibagi dua kali koefisien kali gravitasi," jelas Anggono.
Dengan kecepatan 40 km/jam di dapat hasil 8,4 meter. Sehingga jarak pengereman dan berhenti jadi 19,51 meter. "Agar lebih aman tambahkan dengan jarak akselerasi sekitar 100 meter. Jadi total jarak pengereman 119,51 meter untuk kecepatan 40 km/jam," ungkap Anggono Iriawan.
Artinya, kalau kecepatan lebih tinggi lagi, pasti total jarak pengereman akan lebih jauh lagi. Karenanya, pintar-pintar lah berteman dengan kecepatan.
Sumber: Motor Plus Online